Committee of Sponsoring Organizations of the Treatway
Commission (COSO) memperkenalkan adanya lima komponen pengendalian intern yang
meliputi Lingkungan Pengendalian (Control Environment), Penilaian Resiko (Risk
Assesment), Prosedur Pengendalian (Control Procedure), Pemantauan (Monitoring),
serta Informasi dan Komunikasi (Information and Communication).
Selasa, 27 November 2012
STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN
Pengendalian
intern adalah rencana organisasi dan metode bisnis yang dipergunakan untuk
menjaga aset, memberikan informasi yang tepat dan akurat, mendorong dan
memperbaiki efisiensi jalannya organisasi, serta mendorong kesesuaian dengan
kebijakan yang telah ditetapkan.
Pengendalian
intern dirancang untuk:
-
Keefektifan dan efisiensi dari operasi.
-
Keandalan pelaporan keuangan.
-
Ketaatan terhadap peraturan dan hukum yang berlaku.
-
Menjaga kekayaan suatu organisasi.
Tujuan
Pengendalian tersebut sangat sulit dicapai karena:
-
Perubahan-perubahan sangat cepat yang dihadapi perusahaan modern.
-
Risiko-risiko yang semakin banyak dihadapi suatu entitas.
-
Penggunaan teknologi komputer yang membutuhkan pengendalian tambahan dalam
struktur
pengendaliannya.
-
Faktor-faktor manusia, dimana pengendalian diterapkan melalui manusia.
Terdapat
5 Elemen Struktur Pengendalian Intern adalah sebagai berikut :
1.
Lingkungan Pengendalian
2.
Penilaian Resiko
3.
Aktivitas Pengendalian
4.
Informasi dan Komunikasi
5.
Pengawasan
Kelima
komponen ini terkait satu dengan yang lainnya, sehingga dapat memberikan
kinerja sistem yang terintegrasi yang dapat merespon perubahan kondisi secara
dinamis. Sistem Pengendalian Internal terjalin dengan aktifitas opersional
perusahaan, dana akan lebih efektif apabila pengendalian dibangun ke dalam
infrastruktur perusahaan, untuk kemudian menjadi bagian yang paling esensial
dari perusahaan (organisasi).
sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Pengendalian_intern
HAMBATAN PASIF
Hambatan-hambatan pasif meliputi masalah-masalah seperti
gangguan pada tenaga dan perangkat keras. Pengendalian pada hambatan-hambatan
semacam itu dapat bersifat preventif maupun korelatif. Toleransi kesalahan dalam hal kegagalan sumber
tenaga dilakukan dengan membuat pasokan uninterruptable power supply (UPS).
Hambatan pasif bisa juga terjadi karena kegagalan komponen yang disebabkan
kurangnya komponen pendukung, seperti komputer yang mati tiba tiba karna
panasnya prosessor yang ada di cpu, atau tidak berjalannya suatu aplikasi
dikarnakan spesifikasi dari hardware tidak memenuhi syarat.Untuk mencegah
hal-hal yang tidak diinginkan pada hambatan pasif yaitu pada perangkat keras
dapat dilakukan dengan cara full backup data.
Contoh ancaman pasif adalah sistem bermasalah, seperti
karena bencana alam.Sistem bermasalah juga karena kegagalan-kegagalan peralatan
dan komponen.
HAMBATAN AKTIF
Ada beberapa metode yang dapat dipakai oleh orang untuk
melakukan penggelapan computer. Berikut metode-metode yang dilakukan :
1. Manipulasi Masukan.
Dalam sebagian besar kasus penggelapan computer, manipulasi
masukan merupakan salah satu metode yang digunakan. Metode ini hanya
membutuhkan sedikit kemampuan teknis saja. Orang yang menggangu masukan
computer bisa saja sama sekali tidak tahu bagaimana computer beroperasi.
2. Gangguan Program.
Gangguan program barangkali merupakan metode yang paling
sedikit digunakan dalam penggelapan computer. Ini karena untuk melakukannya
dibutuhkan kemampuan pemrograman yang hanya dipunyai oleh sedikit orang saja.
Juga, di banyak perusahaan besar terdapat metode pengujian program yang dapat
digunakan untuk mendeteksi program yang diganggu.
3. Gangguan berkas secara langsung.
Dalam beberapa kasus, ada orang-orang yang melakukan potong
jalur terhadap proses normal untuk pemasukan data ke program-program computer.
Jika ini terjadi, maka akibatnya sangat merusak.
4. Pencurian data.
Pencurian data terhadap data-data penting merupakan masalah
serius dalam bisnis sekarang ini. Dalam banyak indurstri yang sangat
kompetitif, telah terjadi pencurian informasi kuantitatif maupun kualitatif
mengenai pesaing.
Sejumlah informasi ditransmisikan antar perusahaan melalui
jaringan public, kabel jarak jauh, dan hubungan satelit. Informasi ini peka
terhadap pencurian dalam perpindahannya. Informasi dapat diintersep atau
dicuri.
Dapat juga terjadi pencurian terhadap pita magnetic, disk
yang mudah dipindahkan, atau disket yang dapat disembunyikan di dalam kantong
atau tas dan dibawa keluar dari perusahaan. Beberapa barang seperti laporan
pemeriksaan dapat dicuri dari perusahaan secara mudah.
5. Sabotase.
Sabotase computer menciptakan bahaya serius terhadap
instalasi computer. Pengrusakan terhadap computer atau perangkat lunak dapat
mengakibatkan kebangkrutan perusahaan.
Dalam beberapa kasus, para pengganggu dapat memanfaatkan
sabotase untuk menutupi penggelapan yang ia lakukan. Sebagai contoh, seseorang
dapat mencuri berkas master dan kemudian ia menutupi ia perbuatannya dengan
menyabotase disk computer atau media lain.
Banyak cara yang mengakibatkan kerusakan serius pada
instalasi computer. Magnet dapat digunakan untuk mengahapus pita-pita magnetic
dan disk-disk magnetic dengan cara menempatkan magnet (magnet biasa sudah
cukup) di dekat media. Pita tidak perlu dipindahkan dari tempatnya. Sinar radar
dapat memiliki dampak yang serupa jika ditempatkan di dekat media magnetic.
http://zetzu.blogspot.com/2010/10/kerentanan-dan-hambatan-hambatan.html
KERENTANAN SISTEM
Sistem berasal dari bahasa Latin (systema)
dan bahasa Yunani (sustema) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau
elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau
energi untuk mencapai suatu tujuan. Istilah ini sering dipergunakan untuk
menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model
matematika seringkali bisa dibuat.
sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Pengendalian_intern
Langganan:
Postingan (Atom)

